Cerita Inspirasi Orang Lain

Astari Indah Kirana

H44100083

Laskar 15

Sosok yang saya jadikan cerita inspirasi ini mungkin tidak dikenal banyak orang, tidak se-famous Kristen Stewart, ato secantik Julia Roberts. Tetapi, bagi saya, ia segalanya. Tidak ada satu pun yang bisa menggantikan keberadaan sosok cerita ini.

Wanita kelahiran Bandung, empat dekade silam ini pasti akan terharu bila saya membuat cerita inspirasi mengenai dirinya, karena ia orang yang mudah sekali terharu dan tersentuh perasannya. Oleh karena itu, jiwa sosialnya juga amat tinggi. Tdiak akan pernah ia melewatkan kesempatan berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. Ia akan membantu mereka sebisanya, baik itu dengan bantuan terkecil, mulai dari memberikan sandang, maupun pangan.

Kepribadiannya pun low profile, tidak pernah ia menyombongkan apa yang dimilikinya, senantiasa rendah hati dan tidak sombong.

Selama masih bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri, maka ia akan mengerjakannya sendiri. Tidak pernah merepotkan orang lain. Sebagai ibu rumah tangga, tentunya ia membutuhkan bantuan seorang pembatu untuk membantunya mengurus segala urusan rumah tangga yang tidak bisa dilakukan sendiri di rumah sebesar itu. Tetapi, ia mampu melakukannya dengan tangannya sendiri. Ia mampu bertindak sebagai koki, guru les, operator, bahkan seorang ahli tanaman sekalipun.

Segala sesuatu akan ia upayakan demi melindungi keluarganya dari segala ancaman dan marabahaya.

Namun ada kalanya juga tatkala ia tersakiti akibat ulah anak-anak maupun suaminya. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena sesaat kemudian mereka akan bermaaf-maafan.

Seandainya ia tak ada, tak dapat saya bayangkan bagaimana keadaan hidup saya sekarang.

Comments

Cerita Inspirasi Pribadi

Astari Indah Kirana

H44100083

Laskar 15

Jujur, menurut saya, tidak ada secuil pun inspirasi yang dapat diceritakan. Karena saya sendiri pun bingung akan menceritakan apa. Namun, setelah mengingat kembali berbagai macam peristiwa yang malang melintang dalam pikiran, akhirnya saya pun menemukan sebuah kisah yang mudah-mudahan dapat menginspirasi pembaca.

Saya dapat mengingat sekilas isi buku Pengantar ke Ilmu Pertanian yang dikarang oleh bapak mantan rektor Institut Pertanian Bogor, Andi Hakim Nasoetion. Dalam bab 1 buku itu menjelaskan tentang cirri-ciri seorang ilmuwan, yaitu tidak mudah putus asa. Sub bab tersebut menginspirasi saya untuk dapat menyangkutpautkannya dengan kisah saya, lalu menjadikannya sebuah cerita inspirasi yang saya harap dapat menginspirasi orang-orang yang membacanya.

Peristiwa ini sudah 2 tahun berlalu. Tetapi alur kisahnya masih segar dalam ingatan sampai sekarang. Saat itu saya mengikuti lomba eksperimen yang diadakan oleh salah satu SMA di Kota Bogor. Lo,ba tersebut diikuti oleh seluruh SMA yang ada di Kota Bogor. Dengan penuh keberanian saya mencalonkan diri untuk dapat berpartisipasi dalam ajang tahunan itu. Namun, setelah dipikir-pikir, saya tidak tahu eksperimen apa yang akan saya buat untuk diperlombakan. Setelah berunding dengan anggota kelompok saya, akhirnya saya memutuskan untuk membuat eksperimen mengenai ampas tahu yang dijadikan abon. Judul eksperimen tersebut ialah ‘Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Makanan Yang Bernilai Ekonomis’.

Saya tahu, tidak mudah memang menjadikan ampas tahu yang notabene –makanan yang sudah tidak layak makan—menjadi sebuah makanan yang bernilai ekonomis. Meskipun begitu, tidak butuh waktu lama bagi saya dan kelompok untuk dapat mempersiapkan eksperimen ini. Hal ini dikarenakan saya harus pandai-pandai berlomba dengan waktu yang amat singkat, sedangkan dalam waktu lima hari tersebut saya harus mengadakan penelitian ke laboratorium gizi guna meneliti kandungan gizi yang terdapat pada abon ampas tahui tersebut. Saya telah banyak mengorbankan berbagai macam hal demi kepentingan lomba eksperimen ini. Baik itu materi, maupun waktu. Tak ada waktu bagi saya untuk bersantai-santai ria dikarenakan waktu lomba yang semakin mendekat. Berbagai cara saya upayakan demi memaksimalkan langkah saya dalam mengikuti acara tersebut.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan gugupnya saya mempresentasikan hasil eksperimen kepada para dewan juri. Sekilas, para dewan juri pun terkesima. Tetapi, hasil lomba berkata lain. Saya beserta kelompok dinyatakan tidak lolos final pada lomba tersebut. Sekilas rasa kecewa pun menyelinap, tetapi saya sudah berusaha semaksimal dan semampu saya. Hingga pada akhirnya, banyak pelajaran hidup yang dapat saya tangkap sebagai suatu proses pembelajaran diri.

Comments